Beberapa Kelebihan dan Kekurangan Memakai Softlens

Pertama
softlens lebih bebas dan membuat anda leluasa dalam beraktifitas, karena tidak
perlu melepas dan memasang kacamata. Kedua bisa meningkatkan daya tarik dan
secara otomoatis anda akan merasa lebih PeDe. Dan anda juga harus memahami
resikonya, resiko yang mungkin terjadi jika anda kurang disiplin dan tidak
memperhatikan aturan pemakaiannya karena, pemakaian dan perwatannya adalah
sangat penting untuk diperhatikan.
Seperti
yang di beritakan dalam jurnal kesehatan bahwa Softlens dgnmassaaktif yg lama
akan semakin mudah kotor. Di USA pada umumnya masyarakat di sana memakai yang
memiliki masa aktif 1-2 minggu, di Europe masyarakatnya kebanyakan lebih
memilih yang masa aktif sebulan, sedangkan di Negara kita sendiri
kebanyakan memilih softlens yang tahunan. Penggunaan softlens disposable/sekali
pakai adalah yang paling baik dan paling disarankan oleh ahli kesehatan mata.
Soflens
tidak cocok untuk orang yang jorok dan tidak rajin, karena softlens harus
selalu bersih dan hal itu memang butuh perhatian lebih pada saat perawatannya.
Untuk menjadikannya sesuaimassapakai dan meminimalkan gangguan pada mata.
Sebelum memakai dan melepas cuci tangan sesempurna mungkin berulang-ulang. Cuci
softlens dengan pembersihnya berulang minimum 2x. Kemudian guyur dengan agak
banyak pembersih tersebut . Penggosokan dengan tangan pada permukaan softlens
juga sangat penting meskipun saat ini banyak produk mencantumkan “ no – rub
just rinse”. Dengan menggosok lensa tersebut, kita akan mengetahui seberapa
bersih lensa tersebut telah dicuci.
Mata
cepet kering. Untuk softlens dengan kadar air yang dikit, menyebabkan mata
terasa cepat kering. Oleh sebab itu, pilihlah softlens dgn kadar air yang
tinggi. Anda bisa menanyakan nya langsung pada dokter mata Anda, bukan pada
penjaga toko nya, karena mereka pasti akan mengatakan produk mereka berkadar
air tinggi. Hati-hati jangan terjebak merk, apalagi harga murah. Sayangi mata
Anda daripada uang Anda. Segera ganti bila sudah terasa tidak nyaman dengan
softlens Anda.
Jangan
dipakai tidur, ditempat berdebu dan berangin kencang, dan renang. Hati-hati
untuk yang suka tidur dengan sengaja tidak melepas softlens… soflens tersebut
bisa bergerak mengikuti gerakan mata Anda selagi Anda tidur. Bagaimana dengan
yang mengendarai motor? Tidak dianjurkan, karena angin yang menerpa mata dari
arah depan cukup kencang, mata Anda akan pedih. Tapi untuk perjalanan jarak
pendek, its Ok lah, asal gunakan helm yang memiliki pelindung/ mika yang
menutupi bagian mata.
Periksa
dulu kondisi mata Anda dan konsultasikan pada dokter mata. Selain harus menjalani
pemeriksaan visus, koreksi obyektif dan subyektif, keratometri, lebih baik lagi
kalo tes slitlamp, tearscope, dan topografi kornea yang dibarengi simulasi
pemakaian lensakontak. Ujicoba lensa kontak untuk menentukan jenis lensa kontak
yang akan dipakai.
…
Manfaat Softlens Membuat Mata Anda Bersinar

Softlens - Kita mungkin sudah sering melihat orang
yg menggunakan Softlens dgn warna-warni tetapi Softlens dari Swarovski ini
memang sedikit berbeda dan suatu inovasi baru.
Bukan warna biru, merah atau
hijau yg ada di Softlens ini melainkan menaruh beberapa kristal di sekililing
contact lens yg akan membuat mata anda seperti bersinar (sparkle).
Crystal Vision adalah contact
lens pertama di dunia dgn kristal di dalamnya dan kami yakin banyak produsen yg
akan melakukan hal yg sama dgn yg dilakukan Swarovski ini.
Tidak heran juga sih karena
memang Swarovski ini memang 'jago"-nya dalam membuat kristal menjadi
sesuatu yg indah.
…
Menghindari Masalah Softlens

Masalah yang paling sering
ditimbulkan jika menggunakan softlens adalah iritasi atau infeksi pada mata. Masalah yang timbul tersebut biasanya disebabkan oleh
pemeliharaan softlens yang kurang bersih atau kurang dalam penggunaan cairan
softlens sehingga softlens menjadi kering dan bisa menempel pada mata.
Terdapat tujuh cara yang bisa
dilakukan untuk menghindari masalah pada lensa
kontak, seperti dikutip dari
Health24, yaitu:
- Ikuti instruksi dalam membersihkan softlens dengan teliti untuk mencegah terjadinya infekasi pada mata.
- Cuci tangan hingga bersih dan kering sebelum memegang softlens dan tetap menjaga kebersihan tempat softlens, jangan pernah menggunakan air mentah biasa untuk menyimpan softlens.
- Jangan digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama dari yang dibutuhkan, untuk mengurangi risiko infeksi. Serta jangan lupa untuk melepaskannya saat tidur, karena jika tidak softlens akan kering serta menempel pada mata dan ini berbahaya.
- Selalu membawa tempat lensa kontak yang berisi cairan khusus dan botol tetes cairan lensa kontak untuk melembabkan mata jika ada keadaan darurat.
- Mengganti lensa kontak sesuai dengan jangka waktunya.
- Gunakan lensa kontak sebelum mengaplikasikan make up pada mata untuk mencegah make up masuk ke lensa. Ganti make up setiap 3 sampai 6 bulan untuk mengurangi risiko infeksi.
- Kunjungi dokter mata secara teratur setidaknya setahun sekali.
Sebaiknya bagi pengguna lensa kontak
selalu membawa kacamata, sebagai cadangan jika suatu saat lensa kontak yang
digunakan jatuh atau robek saat akan melepaskannya atau memakainya.
Jika saat menggunakan lensa kontak
merasa tidak nyaman, timbul kemerahan atau penglihatan menjadi berbayang, maka
segera lepas lensa kontak
tersebut. Dan jika gejala ini masih terus berlangsung beberapa jam setelah
lensa kontak dilepas, segera konsultasikan dengan dokter mata untuk mengetahui
penyebabnya.
Tidak ada masalah jika ingin
menggunakan softlens. Asalkan benar dan tepat dalam pemeliharaan dan
penggunaanya.
efek memakai softlens, PENGGUNAAN
SOFTLENS, Iritasi softlens, akibat memakai softlens, efek softlens, pengaruh
softlens pada mata, tips menggunakan softlens, tips memakai softlens, efek
pemakaian softlens, iritasi mata karena softlens
…

Lensa kontak, lensa kontak dan kaca mata biasa mempunyai fungsi yang sama, keduanya merupakan alat bantu penglihatan, hanya saja cara penggunaannya yang berbeda. penggunaan kaca mata saya rasa anda semua sudah tahu, yaitu tinggal menggatungkan saja di kedua telinga. berbeda dengan lensa kontak, lensa kontak penggunaanya ditempel secara langsung di kornea mata penggunanya.
ada dua jenis lensa kontak, yaitu hard
contact lens dan soft contact lens atau yang biasa dikenal dengan soft lens. sedikit
cerita tentang soft lens dan hard lens :
Pada awalnya, lensa kontak memang
dibuat dari bahan yang rigid/kaku, yang setelah muncul adanya softlens, maka
lensa kontak tersebut sering disebut dengan hard contact lens. Kaca lah
material yang dipakai sebagai bahan lensa kontak pada saat awal diperkenalkan,
sekitar tahun 1887. Baru pada sekitar tahun 1936, plastik mulai diperkenalkan
sebagai bahan pembuatan lensa kontak. Namun hanya bagian pinggir lensa kontak
yang menggunakan plastik, sedangkan pada bagian zona optiknya (tengah) masih
menggunakan kaca. Pengaplikasian bahan plastik untuk seluruh bagian lensa
kontak baru dimulai pada tahun 1946. Plastik jenis PMMA adalah yang paling
sering dipakai.

Eksperimen pembuatan soft contact lens baru dilakukan pada akhir – akhir tahun 1950 dengan menggunakan hydroxyethyl methacrylate (HEMA), yaitu sejenis bahan polymer yang dapat mengandung air, yang dibuat oleh Dr. Drahoslav Lim. Bahan ini terus dikembangkan dan masih digunakan sebagai bahan softlens hingga masa sekarang ini.

Eksperimen pembuatan soft contact lens baru dilakukan pada akhir – akhir tahun 1950 dengan menggunakan hydroxyethyl methacrylate (HEMA), yaitu sejenis bahan polymer yang dapat mengandung air, yang dibuat oleh Dr. Drahoslav Lim. Bahan ini terus dikembangkan dan masih digunakan sebagai bahan softlens hingga masa sekarang ini.
Softlens, tidak lah berposisi
sebagai pengganti hard contact lens, tapi hanya merupakan pelengkap keberadaan
lensa kontak. Terbukti hingga saat ini, lensa kontak berbahan rigid/kaku masih
tetap dibuat, bahkan terus dikembangkan, sebab ada beberapa keunggulan fungsi
yang tidak dapat tergantikan oleh lensa kontak lunak/softlens. Salah satunya
adalah kemampuan dalam membentuk ulang (reforming) kontur permukaan kornea,
sehingga dipakai dalam proses orthokeratology untuk mengatasi myopia ringan.
Lensa kontak kaku juga dapat mengeliminasi efek dari tidak ratanya kontur
kelengkungan kornea, misalnya pada kasus astigmatisme irregular yang disebabkan
oleh kontur lengkung kornea yang tidak beraturan. Kedua hal tersebut sampai
saat ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan softlens. seiring dengan
perkembangan jaman lensa kontak yang dulunya bertujuan sebagai alat bantu
penglihatan,
seperti yang telah tertulis di atas,
lensa kontak selain sebagai alat bantu penglihatan juga mempunyai kemampuan
dalam membentuk ulang (reforming) kontur permukaan kornea. tapi anda harus
tetap hati hati dalam menggunakan lensa kontak. adalah hal yang wajar jika
suatu kegiatan ada resiko yang baik dan juga resiko yang buruk. begitu juga
dengan penggunaan lensa mata. anda pun juga harus hati-hati dengan
resiko penggunaan lensa kontak, seperti mara merah, iritasi, masukknya
benda asing pada bola mata, dan lain lain.
sangat dianjurkan bagi anda pengguna
lensa kontak untuk selalu menjaga kebersihan, karena jika tidak dapat
mengakibatkan masalah mata yang cukup serius seperti mata kering, penglihatan
menjadi kabur, gatal hingga kebutaan.
Konsekuensi dari kurang
memperhatikan kebersihan lensa kontak memang sangat fatal bagi kondisi mata.
Banyak orang yang tidak cuci tangan sebelum memakaikan lensa kontak pada mata.
Hal ini bisa memicu terjadinya iritasi yang jika dibiarkan bisa menjadi infeksi
parah.
Menurut Dr. H. Dwight Cavanagh,
seorang profesor ahli mata dari Southwestern Medical Center, Amerika Serikat
dalam tulisannya “Eye and Contact Lens” pada 2003, mengungkapkan sebanyak 2.500
pengguna lensa kontak mengalami “corneal ulcers”. Hal itu terjadi pada pengguna
yang menggunakan lensa kontak setiap hari.
Corneal ulcer yaitu kondisi dimana
terdapat luka terbuka pada kornea. Hal ini sering disebabkan oleh infeksi dan
luka kecil atau goresan yang bisa terjadi akibat penggunaan lensa kontak yang
kurang hati-hati.
Gejala yang timbul biasanya produksi
air mata yang meningkat, sensitif terhadap cahaya, pandangan menjadi kabur,
gatal dan nyeri. Jika gejala tersebut dibiarkan dan tidak dilakukan perawatan
intensif bisa memicu terjadinya kebutaan.
artikel ini dibuat bukan untuk
membuat anda takut menggunakan lensa kontak, tapi bertujuan agar anda para
pengguna lensa kontak agar lebih berhati hati dan lebih menjaga kebersihan
0 komentar:
Posting Komentar